BERBAGI BERSAMA MELALUI PENDIDIKAN

PRINGSEWU – Kita memang tidak selalu bisa membangun masa depan bagi generasi muda. Namun, kita bisa mempersiapkan dan membangun generasi muda untuk masa depan.

Kata-kata inilah yang menyemangati fauzi saat masih remaja. begitu tamat SMA, mantan ketua FKPPI Bandar Lampung 2000-2005 ini langsung memberanikan diri berwirausaha dengan membuka lembaga pendidikan kursus komputer. melalui pendidikan ini, ia berharap bisa mengajarkan kepada generasi muda tentang cara membuat kehidupan yang lebih baik, serta memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menuntut ilmu dan membagikan ilmunya kepada masyarakat.

Di Pringsewu, nama Fauzi sudah tidak asing lagi. Nama besarnya bukan karena yang bersangkutan merupakan pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pringsewu, melainkan karena pria kelahiran Palembang, 26 Oktober 1970, ini adalah ketua Yayasan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK).

 

Gambar dan foto Fauzi berukuran besar terpampang di berbagai sudut kota di wilayah Pringsewu, sebagai sarana sosialisasi untuk memperkenalkan Yayasan STMIK-nya. Wajahnya juga menghiasi kaca-kaca angkutan perdesaan.

Fauzi dikenal sebagai pekerja keras. Dia demen berwirausaha. Terbukti, sejak tamat SMA sekitar tahun 1990, dia langsung mendirikan kursus komputer dengan mana Startech di Bandar Lampung.

Kemudian, pada 1991 pria bertubuh kekar itu membuka cabang baru di Pringsewu. Belum puas dengan apa yang dikerjakan, pada 1995 ia kembali membuka Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Pringsewu dan pada 2008 berubah menjadi STMIK Pringsewu.

Kendati memiliki perguruan tinggi, dia masih bekerja menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di Ke-camatan Sukoharjo, Tanggamus. Namun, pekerjaan ini tidak membuatnya terus berhenti berkarier.

Di dalam dirinya terus bergelora ingin selalu berbuat selagi masih bisa. Meskipun saat ini di birokrat sudah menjabat sebagai kabag Keuangan Sekretariat DPRD Pringsewu, Fauzi masih mengendalikan seluruh aktivitas yayasannya yang dipimpinnya.

Sebagai ketua Yayasan Pendidikan Startech, ia mengelola STMIK Pringsewu, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pringsewu, SMK Grafika Gading-rejo, dan SMK Al-Qolam Kotaagung.

Ia mengakui untuk mengggelola perguruan tinggi dan sekolah menengah memang tidak gampang, karena memerlukan komitmen tinggi dan concern, sehingga mampu menghasilkan lulusan berkualitas dan berdaya saing. Mengingat, perguruan tinggi yang ia pimpin mendidik banyak mahasiswa.

Misal saja di STMIK Pringsewu, sedikitnya telah mendidik 2.000 mahasiswa. STMIK memiliki pen¬didikan S-l Jurusan Sistem Informatika dan D-3 Manajemen Informatika. Selama berdiri mulai dari AMIK sampai sekarang sudah 13 kau mewisuda. Sementara untuk program S-l baru meluluskan sekali.

Totalnya, yayasannya sudah mewisuda 1.500 lulusan, baik program D-3 maupun S-l. Karena berkembang, kini ia membuka kampus STMIK Kotaagung, Tanggamus, dan Gadingrejo. Meskipun lembaga pendidikannya sudah berhasil mengambil hati masyarakat dan mulai tumbuh besar, Fauzi pun tidak merasa puas dengan hasil kerjanya.

Bersama sang istri, Rita Irviani, dia terus melakukan terobosan dengan membuka STIT di Gadingrejo pada 2009. STIT adalah perguruan tinggi yang berbasis keagamaan. Apa artinya ilmu tinggi tetapi agamanya kosong. Inilah yang misi saya mendirikan STIT di Gadingrejo,” kata dia.

Kini jumlah mahasiswa STIT memang masih sedikit, masih 200-an mahasiswa dengan 15 dosen dan 5 karyawan. Berbeda dengan STMIK yang sudah memiliki 30 dosen dan 20 karyawan.

Menjadi Amal Jariah

Kiprah Fauzi di lembaga pendidikan juga terus dikembangkan mengingat ada kepuasan batin tersendiri dengan mendirikan lembaga pendidikan jika dibandingkan dengan membuka bisnis murni.

Di pendidikan, ujar Fauzi, bisa memberikan kesempatan kepada masyarakat luas untuk menuntut ilmu dan membagikan ilmunya kepada masyarakat. “Saya berharap ilmu yang diberikan melalui pendidikan yang semua dikelola bisa menjadi amal jariah di hadapan Allah SWT,” kata Fauzi.

Dengan dasar itulah Fauzi masih terus merintis pendidikan tingkat atas: mendirikan SMK Grafika di Gadingrejo dengan Jurusan Grafika (Percetakan) dan Teknik Komputer Jaringan (TKJ). Jumlah siswa SMK Grafika baru dua kelas dengan jumlah 25 orang/kelas. Menurutnya, SMK Grafika merupakan satu-satunya di Lampung.

Kemudian, Fauzi juga mendirikan SMK Al-Qalam di Kotaagung dengan Jurusan Keperawatan dan Teknik Komputer Jaringan (TKJ). Meskipun SMK Al-Qalam merupakan sekolah umum, kelebihan¬nya adalah semua siswa sebelum masuk sekolah diutamakan salat duha dan salat berjemaah setiap waktu salat tiba.

SMK Al-Qalam memiliki 60 siswa dengan sistem bela-jarfull day yaitu mulai pukul 07.15—16.00, tetapiwaktu belajar hanya mulai Senin—Jumat. (WIDODO/S-1)

Lebih Menantang Ketimbang PNS

MEMILIKI dan mengelola sebuah yayasan memiliki tantangan tersendiri. Sebab, harus memikirkan bagaimana siswa dan mahasiswa bisa belajar dengan nyaman, kemudian dosen bisa mengajar dengan serius.

Yang jelas, kata Fauzi, mengelola yayasan jauh lebih menantang ketimbang menjadi PNS, karena harus memutar-mutar otak untuk bisa menghidupi lembaga tanpa bantuan pemerintah.

Yang paling menguras pikirannya, yaitu bagaimana meningkatkan kom¬petensi dan mutu lulusan. Pasalnya, sebuah institusi pendidik¬an akan dipandang masyarakat bila mampu mencetak lulusan berkualitas, di antaranya mereka siap bersaing di dunia kerja ataupun membuka lapang¬an pekerjaan sendiri.

Jika sudah demikian, lembaga pendidikan tidak perlu bersusah payah beriklan karena masyarakat akan berduyun-duyun memercayakan anaknya untuk dididik oleh institusi tersebut.

Untuk itulah Fauzi yang aktif berorganisasi ini selalu berinovasi dan melakukan terobosan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran agar perguruan tinggi dan sekolah yang dikelolanya makin kompetitif.

Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi lain baik dalam negeri ataupun luar negeri dan meningkatkan mutu pendidikan dosen. “Saat ini kami sedang mengodok kerja sama pemagangan pendidikan dengan perguruan tinggi di Malaysia,” ujar dia.

Melalui kerja sama ini, ia berharap lulusan perguruan tinggi yang ia pimpin makin kompetitif. Tak hanya itu, sebagai perguruan tinggi yang cukup representatif di Pringsewu, yayasannya tidak melulu berfokus pada bisnis, tetapi juga bervisi sosial.

Sudah puluhan mahasiswa dan siswa berprestasi dari keluarga tak mampu, yatim piatu, juga pengh¬afal Alquran yang mendapat beasiswa dari yayasan yang ia pimpin. Otomatis hal ini menjadi pemikiran Fauzi, bagaimana agar lebih banyak memberikan beasiswa kepada warga didik yang lembaga pendidikan yang dikelolanya. Selain itu, ia harus memikirkan gaji dosen dan karyawan.

Menurutnya, dalam sebulan, pihaknya mengeluarkan sekitar Rp. …. juta untuk gaji dosen dan karyawan. Itu belum ditambah pengeluaran-pengeluaran lain, seperti dana untuk membiayai sarana dan prasarana pendukung.

Namun, semua tantangan itu bisa dilaluinya dengan baik. Pasalnya, selain sudah biasa menggelola usaha, ia didukung karyawan yang bonafit dan memiliki manajemen keuangan yang bagus. Kuncinya adalah kerja keras, tekun, dan terus bersemangat.

Sebab, menurut dia, kesuksesan itu tidak dicapai secara kebetulan, tetapi harus dicari dengan semangat dan ketekunan. Alhasil, selain lem¬baga pendidikan yang ia kelola makin maju, kini ia pun makin bersyukur karena STMIK sudah memiliki gedung berlantai dua yang cukup represen-tatif di atas tanah seluas 2.000 meter persegi. (WIDODO/S-1)

DSC05965

KERJASAMA LN. Untuk meningkatkan kompetensi pendidikan dan lulusan, STMIK Pringsewu menjalin kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri, salah satunya dengan perguruan tinggi di Malaysia (UNISEL) seperti yang dilakukan beberapa waktu lalu.

BIODATA
Nama : Fauzi, S.E., M. Kom., Akt.
Lahir : Palembang, 26 Oktober 1970
Istri : Rita Irviani, S.E., M.M.
Anak : 1. Almira Nabila Fauzi
2. Griselda Nabila Fauzi
3. Ardelia Nabila Fauzi
Alamat : Jl. Wisma Rini No. 09 Pringsewu
– Anak Pensiunan Sersan Polisi, Anak 1 dari 4 orang saudara.
– Akuntan Beregister satu-satunya yang ada di Kabupaten Pringsewu
PENDIDIKAN
1 SD Budi Bakti Persit
2 SMP Negeri 5 Bandar Lampung
3 SMA Utama 2 Bandar Lampung
4 D-3 AMIK Adiguna
5 S-1 STIE Lampung
6 S-2 STTIBI Jakarta
7 Prog. Profesi Akuntan (Akt) Reg. D-44.225 Universitas Lampung
Aktivitas Lain
1 Ketua Keluarga Besar Putra Putri Polri Provinsi Lampung
2 Ketua FKPPI Bandar Lampung 2000 s/d 2005
3 Ketua Yayasan Pendidikan Startech (mengelola STMIK Pringsewu, STIT Pringsewu, SMK Grafika Gading Rejo, SMK Al-Qolam Kotaagung)
4 Ketua Tim Seleksi Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Pringsewu tahun 2011
5 Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung
6 Ketua Granat Provinsi Lampung
7 KNPI Kabupaten Pringsewu
8 Asosiasi Perguruan Tinggi Komputer (APTIKOM)
Riwayat Diklat
1 Diklat Pim IV tahun 2003
2 Diklat Pelayanan Terpadu Satu Atap tahun 2004
3 Diklat Pim III tahun 2006
4 Diklat Strategi Peningkatan PAD tahun 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s